Penyerangan Museum di Tunisia Tewaskan 19 Orang

Rosmiyati Dewi Kandi, CNN Indonesia | Kamis, 19/03/2015 03:14 WIB
Penyerangan Museum di Tunisia Tewaskan 19 Orang Penembakan di Tunis terjadi di saat banyak wisatawan tengah mengunjungi museum. Turis Polandia, Italia, jerman dan Spanyol termasuk di antara korban tewas. (Reuters/Tunisia TV handout via Reuters TV)
Tunis, CNN Indonesia -- Sejumlah orang bersenjata menyerang Museum Bardo di kota Tunis, Tunisia, menewaskan 17 turis dan dua lainnya, termasuk petugas keamanan pada Rabu (19/3). Diberitakan CNN, Perdana Menteri Tunisia Habib Essid mengatakan, aparat keamanan Tunisia berhasil membunuh dua orang penyerang dan menyudahi penyanderaan di Museum tersebut.

Menurut Essid, pihak yang berwenang saat ini masih mencari tiga orang yang diduga sebagai pelaku penembakan brutal tersebut. "Penyerangan pengecut ini menargetkan perekonomian Tunisia. Kami harus bersatu untuk mempertahankan negara kami," kata Essid.

Penyerangan tersebut terjadi di jantung kota Tunis, di sebuah gedung yang terhubung ke pusat kota dan selalu ramai dengan turis mancanegara.


Setidaknya dua kapal pesiar, MSC Splendida dan Costa Pascinosa, yang memiliki 3 ribu lebih penumpang, sedang berlabuh di Tunis saat itu, dan para penumpangnya tengah melakukan tur ke Museum Bardo, Rabu pagi. MSC Splendida memerkirakan, rencana keberangkatan Rabu malam dari Tunisia akan tertunda, sementara Costa Fascinosa berencana bertolak ke Spanyol dan Perancis sebelum menyandarkan kapalnya di Italia, Minggu.

Essid mengatakan, turis asal Polandia, Italia, Jerman, dan Spanyol termasuk di antara mereka yang tewas, dengan 20 turis lainnya dan dua warga Tunisia terluka dalam penyerangan tersebut.

Essid tidak secara spesifik menjelaskan siapa para penyerang tersebut. Dalam pernyataan di radio nasional, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Mohamed Ali Aroui menyebut mereka sebagai kelompok radikal Islam (den)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA