Menurut Essid, pihak yang berwenang saat ini masih mencari tiga orang yang diduga sebagai pelaku penembakan brutal tersebut. "Penyerangan pengecut ini menargetkan perekonomian Tunisia. Kami harus bersatu untuk mempertahankan negara kami," kata Essid.
Penyerangan tersebut terjadi di jantung kota Tunis, di sebuah gedung yang terhubung ke pusat kota dan selalu ramai dengan turis mancanegara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Essid mengatakan, turis asal Polandia, Italia, Jerman, dan Spanyol termasuk di antara mereka yang tewas, dengan 20 turis lainnya dan dua warga Tunisia terluka dalam penyerangan tersebut.
Essid tidak secara spesifik menjelaskan siapa para penyerang tersebut. Dalam pernyataan di radio nasional, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Mohamed Ali Aroui menyebut mereka sebagai kelompok radikal Islam (den)