"Sekolah membuat keputusan ini ketika kami mulai memperhatikan masalah agama dan budaya yang berhubungan dengan mengobservasi gerhana matahari secara langsung," ujar Kepala Sekolah Dasar Southall, Ivor Johnstone, seperti dikutip RT News, Jumat (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar alasan tak jelas yang dikemukakan sekolah, salah satu orang tua murid, Phil Belman, lantas menelepon ke Kepala Sekolah Ivor Johnstone untuk meminta konfirmasi.
"Saya langsung menelepon dia dan dia mengatakan ada alasan agama dan budaya. Saya mengatakan itu sangat aneh. Saya memintanya untuk menjelaskan, ia menolak," tutur Belman.
Belman kecewa mendapatkan jawaban tak jelas dari Johnstone. Pasalnya, putrinya sudah sangat bersemangat ingin melihat fenomena alam langka tersebut.
"Saya sangat kecewa. Anak saya menghabiskan waktu satu jam untuk mempersiapkan dan membuat kamera lubang jarumnya. Ini adalah masalah ilmu alam melawan takhayul agama," ucap Belman.
Gerhana matahari pertama di abad 21 ini dapat dilihat di Inggris dan utara Eropa pada Jumat pekan ini. Di Inggris, bulan menutup 83 persen matahari dan mencapai puncaknya pada pukul 09.35 waktu setempat.
Terjadinya gerhana matahari ini bertepatan dengan waktu equinox di mana panjangnya siang dan malam sama. Ketika dua peristiwa ini terjadi bersamaan, beberapa pengamat agama mengatakan hal tersebut merupakan pertanda dari Tuhan.
Menurut pengarang buku 'Blood Moons: Decoding the Imminent Heavenly Signs', Pastor Mark Blitz, gerhana ini merupakan pesan surgawi bagi Eropa karena telah mengkritik Israel.
"Dalam tradisi Yahudi, gerhana matahari total adalah peringatan bagi kaum kafir dan pertanda penghakiman bagi bangsa-bangsa," ujar Blitz.
Blitz berkata, "Jika kita lihat, kegelapan akan meliputi bagian utara Eropa seperti Inggris dan Swedia, di mana kita melihat pertumbuhan sentimen anti-Israel dan Islam." (agk)