Seperti dilansir Sputnik, Selasa (24/3), pemerintah ingin mencegah tsunami kembali menghantam Jepang seperti pada 2011 silam. Gempa berkekuatan 9 Skala Richter itu merusak bagian wilayah utara Jepang dan menghancurkan tiga dari enam reaktor tenaga nuklir di Fukushima Daiichi. Reuters mencatat sekitar 20 ribu orang tewas atau hilang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa pihak mengambil contoh tembok setinggi 7,3 meter yang dibangun di Kota Iwanumalguchi. Tembok tersebut memang berhasil menahan sedikit air, tapi tidak dapat membendung keseluruhan arus tersebut. Tsunami tetap saja menyapu Iwanumalguchi.
Seorang pejabat kota, Mayor Tsuneaki Iguchi, mengaku tidak akan meninggikan tembok tersebut.
"Kami tidak butuh peninggian tembok itu. Yang kami butuhkan adalah semua orang dievakuasi," katanya.
Menegaskan maksudnya, Tsuneaki berkata, "Hal teraman adalah orang hidup di dataran yang lebih tinggi dan rumah serta tempat kerja mereka di lokasi yang berbeda. Jika kami melakukan itu, kami tidak perlu memiliki Tembok Besar." (stu/stu)