Hal ini disampaikan oleh kelompok pengamat konflik Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, seperti diberitakan Reuters, Selasa (24/3). Menurut lembaga ini, anak-anak yang semuanya berusia di bawah 18 tahun direkrut di dekat sekolah, masjid dan lokasi publik di wilayah dikuasai ISIS di Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Abdurrahman, ISIS saat ini kesulitan merekrut anggota dewasa. Sejak awal tahun ini, hanya ada 120 orang dewasa yang bergabung dengan ISIS. Hal ini berkat penjagaan ketat oleh Turki di perbatasan yang mencegah warga asing melintas ke Suriah dan bergabung dengan ISIS.
Selain merekrut langsung, ISIS juga menyerukan pada para orang tua untuk mengirim anak-anak mereka ke kamp pelatihan. Observatory mengatakan, bahkan ISIS kadang melatih anak-anak ini tanpa sepengetahuan orang tua mereka, kebanyakan setelah dipancing dengan uang.
Abdurrahman mengatakan, di kamp pelatihan, anak-anak ini dilatih untuk bisa menggunakan senapan dengan peluru tajam, bertempur di medan perang dan mengemudikan mobil. ISIS juga menggunakan mereka sebagai informan atau berjaga di markas sebagai penyambut anak-anak yang memiliki cacat tubuh yang ingin bergabung. (stu)