"Agresi terhadap pers telah meningkat secara berkelanjutan dan yang dapat kami simpulkan adalah kekerasan telah meluas," ujar Kepala Article 19 untuk wilayah Meksiko dan Pusat Amerika, Dario Ramiresz, seperti dikutip Reuters.
Dalam laporan tersebut, Article 19 menyorot ancaman mulai dari intimidasi, peretasan, serangan fisik, hingga pembunuhan. Pada 2014, sendiri Article 19 mendokumentasikan 142 serangan fisik dan enam pembunuhan. Sementara selama masa kepemimpinan Nieto secara keseluruhan, tercatat 10 kasus pembunuhan wartawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan ini dilansir hanya berselang beberapa hari setelah jurnalis bernama Carmen Aristegui dipecat. Sebelumnya, Aristegui gencar memberitakan skandal perselisihan kepentingan yang menghancurkan sistem presidensial.
Setelah pemecatan Aristegui dari MVS ini, berkembang perbincangan mengenai kebebasan berekspresi yang terenggut di bawah pemerintahan Pena Nieto.
Menanggapi masalah pemberhentian Aristegui ini, Kementerian Dalam Negeri Meksiko menyatakan bahwa mereka mendukung pers yang bebas dan independen.
Meksiko memang didengungkan sebagai salah satu negara yang tidak aman bagi jurnalis. Merujuk pada data Komite Perlindungan Jurnalis, setidaknya 29 wartawan dilaporkan terbunuh di Meksiko sejak 1992. (stu/stu)