Diberitakan Reuters, Rabu (25/3), Bergdahl akan menjalani sidang dengar pada 22 April untuk menentukan apakah bukti-bukti yang ada cukup untuk menyeretnya ke pengadilan militer.
Bergdahl dibebaskan oleh Taliban tahun lalu setelah ditukar oleh lima tahanan Taliban di Guantanamo melalui Qatar. Pria 28 tahun itu hilang dari pos tempat dia bertugas di Mest-Lalak, Provinsi Paktika, Afghanitan pada 30 Juni 2009, meninggalkan senjata, amunisi dan pelindung tubuhnya. Dia kemudian diketahui diculik dan disandera Taliban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bowe Bergdahl ditawan Taliban sejak 30 Juni 2009 dan dibebaskan pada Mei 2014 setelah ditukar lima napi Guantanamo. (Reuters/via Reuters TV/Files) |
Setelah itu muncul kesaksian dari banyak tentara AS yang mengatakan bahwa Bergdahl telah meninggalkan tugasnya di Afghanistan, dengan kata lain dia desersi. Tindakan Bergdahl ini, kata veteran perang Afghanistan Sersan AD AS Evan Buetow, telah membahayakan pasukan yang lain.
"Dia membahayakan semua orang. Banyak tentara dari pasukan kami tewas, yang saya yakin tidak akan terjadi jika dia tidak lari," ujar Buetow.
Kejahatan desersi di AS bisa mendapatkan hukuman maksimal lima tahun penjara, sementara penyimpangan saat tugas bisa divonis penjara hingga seumur hidup. Dakwaan ini juga kemungkinan mendapatkan hukuman tambahan, termasuk pemecatan dengan tidak hormat, penurunan pangkat dan penangguhan gaji.
Setelah melakukan rehabilitasi pasca pembebasan dari Taliban, Bergdahl ditugaskan kembali di kemiliteran. Dia kini bekerja di bagian administrasi di markas Fort Sam Houston, San Antonio. (stu)
Bowe Bergdahl ditawan Taliban sejak 30 Juni 2009 dan dibebaskan pada Mei 2014 setelah ditukar lima napi Guantanamo. (Reuters/via Reuters TV/Files)