Apa yang dilakukan oleh Haines ini bukan tanpa sengaja, namun dia berdalih bahwa putrinya hanya ditinggal beberapa menit saja saat dia mampir ke sebuah toko. Seperti dikutip dari Mirror, awalnya memang dia berhenti di apotik untuk membeli sebuah obat. Ketika ia kembali kurang lebih lima menit, ada dua petugas yang menunggunya di mobil.
Saat itu dia memberikan penjelasan kepada polisi yang menunggunya tersebut. Sang polisi saat itu akhirya melepaskannya dan membiarkannya pergi. Namun dia terkejut ketika tiga minggu kemudian, dua polisi mengetuk pintu dan menangkapnya dengan alasan membawa seorang anak dalam risiko bahaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah pergolakan emosi besar. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi, ini adalah ketakutan yang sangat nyata."
Hukum tidak menentukan usia di mana orang tua dapat meninggalkan anak-anak sendirian, tetapi orang yang melakukan dapat ditangkap dan diadili karena kekejaman dan mengabaikan jika menempatkan mereka pada risiko.
"Tidak ada undang-undang saat ini yang memberikan definisi yang jelas tentang ketika meninggalkan anak mereka sendiri di rumah dan mengabaikannya Namun, undang-undang jelas bahwa Anda tidak harus pergi, ketika anak Anda dalam resiko," kata juru bicara pihak kepolisian.
Saat ini, Haines masih berupaya agar dia bisa bebas tanpa embel-embel telah melakukan kejahatan terhadap anaknya. (tyo/tyo)