Dalam penggeledahan tersebut, dikutip CNN, penyidik menemukan robekan surat keterangan rumah sakit di dalam tong sampah apartemennya. Surat itu merupakan keterangan dokter bahwa pria 28 tahun itu "tidak sehat untuk bekerja."
Menurut penyidik Christoph Kumpa pada Jumat (27/3) surat itu dalam keadaan robek. Isi surat sesuai dengan dugaan penyidik, bahwa Lubitz mengalami masalah kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyidik masih terus menelusuri dan melakukan wawancara dengan beberapa orang sebelum memastikan apa yang dialami Lubitz.
Dalam apartemennya, mereka tidak menemukan surat wasiat atau pesan-pesan terakhir apapun. Namun penemuan surat sakit yang terobek ini menyiratkan bahwa Lubitz berusaha menutupi penyakitnya dari pihak maskapai.
Sebelumnya pada penyelidikan kotak hitam, Lubitz diketahui mengunci kapten Patrick Sondenheimer dan membuat pesawat menukik jatuh. Dalam rekaman tidak terdengar suara apapun pada 10 menit terakhir, hanya desahan nafas dan tangisan Lubitz sebelum akhirnya pesawat hancur berkeping-keping.
Insiden ini memicu kembali wacana soal pentingnya pemeriksaan psikologis pilot dan kru pesawat lainnya dalam sebuah maskapai.
Martin Riecken, juru bicara Lufthansa, perusahaan pemilik Germanwings, mengatakan bahwa pilot-pilot mereka memang diperiksa setidaknya setahun sekali oleh dokter. Namun seperti kebanyakan maskapai, pemeriksaan hanya untuk kesiapan fisik sementara kesehatan mental tidak diperiksa oleh dokter.
Pemeriksaan mental hanya dilakukan melalui kuesioner yang diisi dan ditandantangani pilot.
(den/den)