Diberitakan Al Arabiya, Minggu (29/3), Wainright mengatakan bahwa pendukung ISIS memiliki lebih dari 50 ribu akun Twitter yang berbeda. Mereka mengirimkan 100 ribu pesan setiap harinya untuk mengatur serangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain merencanakan serangan, ISIS menggunakan akun sosial media sebagai alat merekrut pengikut.
Wainwright mengatakan bahwa data penegak hukum soal aktivitas internet kelompok teror masih minim dan harus ditingkatkan, termasuk pengawasan "internet hitam" yang memungkinkan penggunanya menyamarkan identitas di sebuah situs rahasia.
Europol yang bertugas mendukung kerja polisi di seluruh Eropa tengah membentuk gugus tugas khusus untuk mengawasi dan menutup situs yang digunakan mendukung terorisme. Namun Europol yang berbasis di Haque ini tidak memiliki kekuatan eksekutif. (den)