Diberitakan Reuters, Kamis (2/3), penyidik mengatakan pada harian Jerman, Bild, bahwa Lubitz mengatakan pada dokter bahwa dia sedang cuti kerja, padahal pria 27 tahun itu aktif masih menerbangkan pesawat komersial.
Saat itu, Lubitz tengah menjalani rawat jalan untuk penyakit ablasio retina yang dideritanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyidik masih coba mencari tahu motif tindakan Lubitz yang menabrakkan pesawat Airbus A320 ke lereng pegunungan Alpen, menewaskan 150 orang di dalamnya. Pada kotak hitam pesawat diketahui bahwa Lubitz mengunci kapten pilot di luar kokpit.
Catatan medis Lubitz juga menunjukkan bahwa pria Jerman itu tengah menjalani pengobatan untuk penyakit depresi, gangguan keresahan dan serangan panik. Dia juga sedang mengonsumsi obat-obat antidepresan dan penenang seperti Lorazepam.
Perusahaan induk Germanwings, Lufthansa, mengungkapkan bahwa berbagai penyakit mental ini pernah diberitahukan sendiri oleh Lubitz saat dia menjalani pelatihan pilot tahun 2009.
Temuan penyidik ini bertentangan dengan pernyataan Lufthansa yang mengatakan bahwa Lubitz 100 persen siap terbang, dengan menunjukkan riwayat pelatihan dan tes medis.
Penyidik di kota Duesseldorf, Jerman, menemukan fakta bahwa Lubitz memiliki kecenderungan untuk bunuh diri akibat depresi yang dideritanya. mereka juga menemukan robekan surat sakit di tong sampah dalam apartemen Lubitz di kota itu. (stu)