Hakim Distrik AS John Walter menolak argumen oleh museum Pasadena, California yang menyimpan lukisan seniman Renaissance Jerman, Lucas Cranach the Elder, sejak 1971. Marei von Saher, mengguggat mereka beberapa dekade terlambat.
"Barang properti curian tetaplah curian, tidak peduli berapa tahun lewat sejak tanggal pencurian," tulis Walter. "Penggugat, yang keluarganya menderita kekejaman mengerikan di tangan Nazi, sekarang akan memiliki kesempatan untuk mengejar manfaat dari klaim mereka.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lawrence Kaye, seorang pengacara untuk von Saher, mengatakan kliennya "senang" dengan keputusan tersebut.
Von Saher adalah pewaris satu-satunya dari ayah mertuanya, seorang pedagang seni Yahudi, Jacques Goudstikker, yang telah meninggalkan barang-barangnya ketika ia melarikan diri dari Belanda pada 1940.
Barang-barang itu kemudian diakuisisi oleh Hermann Göring Reichsmarschall, pentolan Nazi.
Namun museum berpendapat bahwa kesempatan von Saher untuk mengklaim lukisan itu berakhir pada 1950an karena janda Goudstikker, Desi, mengetahui bahwa pemerintah Belanda memiliki barang-barang suaminya setelah perang berakhir.
Walter, bagaimanapun, mengatakan bahwa tenggat waktu bisa dimulai lagi ketika von Saher mengetahui pada Oktober 2000 bahwa museum itu menampilkan Cranachs.
“Badan Legislatif menetapkan bahwa penting untuk korban yang barang seninya dicuri untuk memiliki kesempatan mengejar klaim mereka," tulisnya.