Diberitakan CNN, Kamis (9/4), Yuhei Takashima ditangkap polisi atas tuduhan memiliki foto-foto cabul dirinya dengan wanita-wanita di bawah umur, berusia antara 13-14 tahun, dan merekam adegan pornografi di sebuah hotel di Manila, Filipina.
Dia juga akan dikenakan dakwaan berhubungan seksual dengan wanita bawah umur di Kanagawa, selatan Tokyo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dia ketagihan karena bayaran PSK di Manila sangat murah. Setelah habis masa tugasnya di Manila dan kembali ke Jepang, dia beberapa kali menyempatkan berlibur ke Filipina hanya untuk bertualang seks.
Kepada polisi, Takashima yang telah mengajar selama 36 tahun ini mengatakan menyewa prostitusi dari usia 14 tahun hingga lebih dari 70 tahun.
Filipina memang dikenal sebagai destinasi wisata para pria hidung belang, termasuk para pedofilia. Prostitusi yang marak di Filipina terhubung erat dengan praktik perdagangan manusia dan angka kemiskinan yang tinggi.
Akimoto mengatakan, Takashima telah diselidiki polisi sejak tahun 2013. Foto dirinya dan pekerja seks anak yang membuat terjerat hukum diduga terjadi pada Januari 2014.
Departemen pendidikan Yokohama mengatakan bahwa Takashima memulai karier sebagai guru SMP sejak tahun 1975 dan dikirim bertugas ke Manila antara 1988 dan 1991. Dia menjadi kepala sekolah sebuah SMP di Jepang tahun 2008 hingga pensiun pada 2011.
Otoritas pendidikan Jepang menyesalkan kejahatan Takashima. Pemerintah Jepang mengatakan akan bekerja keras untuk mencegah tindakan tidak pantas itu dilakukan oleh seorang guru. (den)