Ketua Satuan Petugas Misi Kemanusiaan Polri Komisaris Besar Krishna Murti mengungkapkan, kota Al Hudaydah di bom oleh pasukan koalisi Arab Saudi pada pukul 10.03 waktu Yaman, atau sekitar pukul 14.04 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Al Hudaydah menjadi salah satu kota di mana sebuah safe house sebagai tempat penampungan WNI didirikan. Selain itu, safe house juga dibuat di Kota Tarim dan juga Kota Salalh.
Sebelumnya Krishna sempat menyampaikan, jika situasi tidak memungkinkan, para WNI yang akan dievakuasi dari safe house akan dibawa ke Jizan, sebuah provinsi kecil di Arab Saudi.
Kesulitan dalam evakuasi juga dihadapi pada Selasa (7/4) lalu. Krishna sempat mengabarkan bahwa terjadi penyitaan baju antipeluru dan obat-obatan milik tim evakuasi di wilayah perbatasan.
"Tepatnya di wilayah Harrad dilakukan pemeriksaan selama kurang lebih empat jam oleh petugas. Baju antipeluru 12 buah disita, tidak diperkenankan untuk dibawa," kata Krishna, kala itu.
Hingga kini, evakuasi WNI terus digencarkan setelah suasana yang kian memanas di Yamas pasca serangan udara dilancarkan di bawah komando Arab Saudi. (meg)