Titanic tenggelam ketika memulai perjalanan perdananya dari Southampton, Inggris, menuju New York, Amerika Serikat. Setelah berlayar selama empat hari sejak tanggal 10 April 1912, kapal ini karam karena menabrak gunung es pada 14 April 1912 dini hari.
Tragedi tersebut mengungkapkan sejumlah keburukan kapal yang disebut-sebut "tidak dapat tenggelam" tersebut. Ribuan korban tewas karena tidak dapat menyelamatkan diri akibat jumlah sekoci yang disediakan hanya 20 buah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakta menarik lainnya, kapal ini sebenarnya hanya memiliki tiga cerobong asap. Cerobong asap yang keempat hanya berfungsi sebagai ventilasi udara dan mempercantik penampilan kapal.
Sebagai salah satu kapal terbesar di era tersebut, Titanic membutuhkan 176 awak kapal untuk menangani pembakaran 600 ton batubara per hari sebagai bahan bakar untuk kapal.
Selain itu, di antara para penumpang, terdapat 13 pasangan suami istri yang menumpang kapal Titanic untuk merayakan bulan madu mereka.
Untuk penumpang kelas tiga yang berjumlah 700 orang, kapal Titanic hanya menyediakan dua kamar mandi.
Setelah menerima peringatan bahwa kapal Titanic mendekati gunung es, petugas di kapal hanya memiliki waktu 37 detik untuk bereaksi sebelum kapal menabrak gunung es. Kapal pun kemudian tenggelam setelah hampir dua jam dan 40 menit menabrak gunung es.
Salah satu korban kapal Titanic yang berhasil selamat adalah Millvina Dean, yang meninggal pada 31 Mei 2009 pada usia 97. Saat Titanic tenggelam, Dean baru berusia dua bulan. (ama/stu)