Kemunculan Ri terlihat dari halaman depan surat kabar resmi yang dikelola partai berkuasa, Rodong Sinmun. Ri terlihat berada di samping Kim sembari tersenyum dan bertepuk tangan, diapit oleh sejumlah pejabat senior ketika menyaksikan sebuah pertandingan sepak bola di Kim Il-sung Stadium pada Senin (14/4), yang menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Kim Il-Sung.
Publik sempat bertanya-tanya mengapa Ri sempat terlihat tidak menemani Kim selama beberapa bulan belakangan. Sebelumnya, Ri terakhir terlihat pada Desember tahun lalu pada upacara peringatan kematian ayah mertuanya, Kim Jong-il.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari The Independent, Kim dan Ri diyakini memiliki setidaknya satu anak, namun hal ini belum dikonfirmasi oleh pemerintah Korea.
Perayaan ulang tahun Kim Il-Sung ke-103 dimulai sejak Senin (13/4), meskipun sebenarnya jatuh pada Rabu (15/4). Hari ulang tahun pendiri Korea Utara ini disebut juga "Hari Matahari" oleh Republik Demokratik Rakyat Korea.
Kantor berita Korea Utara KCNA melaporkan bahwa pemerintah Korea Utara menerapkan libur nasional selama dua hari menyambut peringatan ulang tahun Kim Il-Sung, dengan menggelar berbagai acara pertunjukan, seni, pameran dan olahraga.
Dalam laporan KCNA, disebutkan bahwa warga Korea Utara beramai-ramai berziarah ke tempat kelahiran Kim Il-Sung di Mangyongdae.
Pada Minggu (12/4), 800 pria dan wanita berpartisipasi dalam lari maraton khusus, yang ditonton oleh 600 penonton dari "puluhan negara termasuk Malaysia, Singapura, Swedia, Finlandia, Inggris dan Italia".
Selain itu, terdapat sebuah festival khusus yang menampilkan jenis bunga yang dinamai "Kimilsungia" pada Senin (13/4) dengan tema "keabadian Kimilsungia mekar berkat matahari besar".
KCNA melaporkan bahwa puluhan ribu bunga Kimilsungia telah dibudidayakan oleh para tentara, pegawai negeri dan anak-anak "dengan semangat kerinduan dan loyalitas yang intens kepada sang Presiden".
Sementara itu, sejumlah penyanyi dan penari yang tampil di ajang Festival Seni Rakyat Musim Semi, juga didedikasikan untuk Kim Il-sung.
Dalam festival tersebut, sejumlah lagu yang dinyanyikan pun bertema patriotik, dengan judul antara lain "Kita Hidup dalam Rangkulan Pemimpin", "Di mana Anda, Wahai Jenderal?", "Lagu dari Rakyat yang Sejahtera" dan "Negara Kami Sangatlah Baik".
Kim Il-sung memimpin Korea Utara pada tahun 1948 sampai meninggal pada 1994. Dia digantikan oleh putranya, Kim Jong-Il, yang memerintah sampai kematiannya pada Desember 2011. Sejak itu, tampu kepemimpinan Korea Utara diteruskan oleh anaknya, Kim Jong-Un. (ama/ama)