"Ada 18 negara yang punya kepentingan (dengan Indonesia). Contohnya, kalau saya tidak keliru, Tiongkok, beberapa negara ASEAN, dan negara-negara Timur Tengah," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yanuar, sebenarnya ada 36 kepala negara yang ingin menggelar pertemuan bilateral dengan Jokowi. Namun karena waktu yang dimiliki Jokowi cukup terbatas, ia hanya bisa meladeni 18 permintaan.
"Waktunya hanya bisa untuk 18 pertemuan bilateral. Itu pun dibagi dua hari oleh Presiden," ujar Yanuar.
Yanuar mengatakan pertemuan bilateral atas inisiatif para kepala negara sahabat. “Mereka minta sendiri, tetapi Indonesia juga menentukan siapa yang diiyakan. Kemenlu lebih mengerti soal itu," kata dia.
Peringatan 60 Tahun KAA diadakan di Jakarta dan Bandung pada 19-24 April. Segmen pertama digelar di Jakarta 19-23 April. Di ibu kota, konferensi akan diisi beberapa pertemuan mulai dari pertemuan tingkat pejabat tinggi, pertemuan tingkat menteri, hingga pertemuan kepala pemerintahan.
Setelah rangkaian acara di Jakarta rampung, pada hari terakhir, 24 April, seluruh perwakilan negara peserta KAA bertolak ke Bandung untuk melakukan prosesi napak tilas KAA 1955. (agk)