Begitu semaraknya Bandung menyambut peringatan KAA, rangkaian tur Meet and Greet delegasi ini dibagi ke dua mal.
"Meet and Greet di mal ini dibagi jadi dua. Negara-negara Asia di Ciwalk. Negara-negara Afrika di Paris Van Java," ujar salah satu panitia yang enggan diungkap identitasnya kepada CNN Indonesia sebelum acara dimulai di Ciwalk, Bandung, Rabu (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini mengapa disebut meet and greet. Istilahnya, selama 20 menit mereka di sana, mereka menyapa warga Bandung," tutur panitia tersebut.
Tak mau kalah dengan delegasi dari luar negeri, panitia juga memberikan ruang bagi seniman lokal untuk unjuk kebolehan. "Akan ada juga performance juga dari beberapa daerah di Indonesia, seperti Kediri, Sumatera Selatan, dan tentunya Bandung," katanya.
Selain ke mal, menurut panitia ini, para delegasi juga ada yang berkunjung ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan budayanya. "Itu sudah mulai dari kemarin ke banyak sekolagh. Semuanya antusias," ucapnya.
Pihak delegasi asing pun menyambut antusias gelaran ini. Salah satu delegasi, yaitu Tiongkok, bahkan sudah hadir dua jam sebelum acara dimulai.
Saat sampai, mereka heboh berfoto dengan ornamen semacam lampion berbentuk bendera negara-negara dan papan sejarah KAA yang mengitari pohon besar di depan Ciwalk. Tak ketinggalan, beberapa warga lokal juga asyik berpose di depan ornamen tersebut.
Acara Meet and Greet ini rencananya akan dibuka oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, pada pukul 13.00 WIB.
Rangkaian acara peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika ini dihelat pada 19-24 April. Pertemuan tingkat pejabat tinggi sendiri diselenggarakan di Jakarta pada 19-23 April. Hari ini, para delegasi di Bandung menghadiri pertemuan sampingan dalam rangkaian KAA, yakni City Summit.
Pada 24 April seluruh perwakilan negara akan bertolak ke Bandung untuk melakukan prosesi napak tilas KAA. Konferensi Asia Afrika pertama kali diselenggarakan pada 18-24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung. Pertemuan ini diadakan dengan tujuan mempromosikan kerja sama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, dan negara imperialis lainnya. (stu)