Memulai perjalanan dari depan Gedung Merdeka, Ridwan beberapa kali menyapa personel Tentara Negara Indonesia yang bersiaga. "Aman ya," katanya sambil berjalan pada Rabu (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkagum dengan hasil karya Surya, Ridwan beberapa kali mengamati dan mengetuk patung tersebut dengan telunjuknya.
Sembari berjalan ke bilik yang diyakini sebagai penjara Soekarno, Ridwan berkata, "Ini anak Indonesia harus tahu sejarah di sini."
Surya lantas menjabarkan filosofi patung yang ia buat. Hasil pahatan tangannya tersebut memang berada di luar sekat bui Soekarno.
"Ini artinya Soekarno itu sebenarnya tidak pernah terpenjara. Pikirannya bebas," ucapnya.
Ridwan juga mengecek patung Soekarno di tempat presiden pertama Indonesia itu pernah dipenjara. (CNN Indonesia/ Hanna Azarya Samosir) |
Masuk Kolam
Setelah beberapa kali memuji karya Surya, Ridwan keluar dan berjalan ke arah taman yang berada di Cikapundung. Selama perjalanan, tak sedikit warga yang mengerumuni sekadar untuk berfoto dengan wali kota mereka. Dengan senyum, Ridwan melayani semua permintaan warganya.
Sesampainya di taman, kolam air mancur yang baru saja rampung menyambutnya. Merasa masih ada yang kurang, Ridwan berkata kepada seorang pengelola taman, "Itu tinggal lampu di depan aja diganti. Kurang enak, euy," ucapnya.
Para warga mendadak heboh ketika Ridwan melepas sandalnya dan masuk ke dalam kolam. Melepas canda, Ridwan mencipratkan air yang ada di kolam ke arah warga yang berkerumun di sekitar kolam. "Berkat untuk warga Bandung. Berkat untuk warga Bandung," katanya. (stu)
Ridwan juga mengecek patung Soekarno di tempat presiden pertama Indonesia itu pernah dipenjara. (CNN Indonesia/ Hanna Azarya Samosir)