Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan, dalam pertemuan tersebut Jokowi menyatakan Indonesia siap menjadi penengah atas konflik kelautan dua negara.
"Untuk masalah Laut Tiongkok Selatan, Indonesia bersedia berperan sebagai honest broker dengan berpegang pada DoC dan CoC yang digagas ASEAN," ujar Widjajanto dalam pesan singkatnya usai pertemuan bilateral tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wilayah itu diperebutkan karena diyakini mengandung gas dan minyak dalam jumlah besar. Tiongkok dituduh bertindak agresif di wilayah itu yang berpotensi memicu ketegangan bersenjata.
Selain itu, kekhawatiran negara-negara pengklaim Laut China Selatan adalah upaya Tiongkok untuk mereklamasi lautan tersebut, terutama di wilayah Kepulauan Spratly yang juga diklaim juga oleh Filipina, Taiwan dan Vietnam.
Pertemuan tersebut juga memastikan komitmen dua negara untuk meningkatkan kerja sama pertahanan. "Terutama dengan pelatihan bersama, transfer teknologi militer, dan patroli laut bersama," kata Andi.
Jokowi dan Truong, menurut Andi, juga menegaskan bahwa perundingan perbatasan maritim kedua negara berjalan baik, "dan akan mencapai kesepakatan yang menegaskan Kedaulatan Teritorial kedua negara." (stu)