Nirajan Bom Malla dari wilayah Bishalnagar, Kathmandu, mengatakan lebih dari 100 gempa susulan terjadi sejak gempa besar mengguncang Nepal Sabtu pekan lalu. Bahkan, saat wawancara dengan CNN Indonesia, gempa berkekuatan 4,5 skala richter menggoyang tempatnya mengungsi.
Menurut pria 26 tahun ini, gempa susulan semakin melemahkan semangat masyarakat yang telah kehilangan sanak keluarga dan rumah mereka. "Masyarakat menjadi lemah mentalnya karena terlalu banyak gempa susulan. Warga Nepal di luar negeri juga mengkhawatirkan keadaan keluarga mereka," ujar Nirajan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehancuran akibat gempa di Kathmandu, Nepal. (Istimewa/Nirajan Bom Malla) |
Gempa menghancurkan banyak bangunan bersejarah, termasuk kuil warisan dunia versi UNESCO di alun-alun Basantapur Durbar dan menara Dharara, keduanya di pusat kota Kathmandu. Sebanyak 250 orang tewas saat Dharara runtuh.
Rumah Nirajan hanya terletak 4 kilometer dari menara tersebut. Beruntung rumahnya tidak roboh karena terbuat dari beton dan memiliki pondasi yang kuat. Namun tidak demikian halnya dengan rumah dari lumpur atau bertingkat tiga yang kebanyakan ambruk.
"Saya sedang di rumah bersama keluarga. Itu adalah momen yang menakutkan," ujar Nirajan.
Kehancuran akibat gempa di Kathmandu, Nepal. (Istimewa/Nirajan Bom Malla) |
"Saya bertemu seorang pria yang kehilangan putra yang digendongnya. Pria ada dalam sebuah rumah yang ambruk. Lebih dari 20 orang meninggal di rumah itu," kata Nirajan.
Saat ini dia dan keluarganya mendirikan tenda, tidak berani masuk ke dalam rumah. Pemerintah mulai menggapai masyarakat di pedalaman, setelah selama dua hari tidak bekerja hanya di perkotaan.
Listrik baru menyala kemarin malam. Operator ponsel memberikan telepon gratis bagi warga, namun kebanyakan tidak bisa menikmatinya karena jaringan sangat sibuk.
Kondisi makin memprihatinkan karena warga mulai kekurangan makanan dan minuman. "Saya mendapat berita, terjadi penjarahan di beberapa bagian kota," lanjut Nirajan. (den/den)
Kehancuran akibat gempa di Kathmandu, Nepal. (Istimewa/Nirajan Bom Malla)
Kehancuran akibat gempa di Kathmandu, Nepal. (Istimewa/Nirajan Bom Malla)