Di sebuah wawancara dengan harian The Times yang diterbitkan pada Selasa (28/4), Cameron mengatakan bahwa partainya memiliki waktu sepuluh hari untuk menyelamatkan Inggris dari Partai Nasional Skotlandia yang diprediksi akan menyebabkan kekacauan jika mereka memenangkan pemilu.
Jajak pendapat menunjukkan bahwa Partai Konservatif pimpinan Cameron dan Partai Buruh pimpinan Ed Miliband bersaing ketat, sehingga keduanya diprediksi tidak akan menang telak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Cameron menilai bahwa SNP tak ingin Inggris dan pemerintah yang berbasis di Westminster sukses.
SNP, yang menginginkan kemerdekaan bagi Skotlandia, menyatakan bahwa pemerintahan Inggris telah gagal dan oleh karenanya SNP akan bertindak secara konstruktif untuk membawa 'perubahan progresif' di Inggris jika memenangi posisi tertinggi.
Cameron menilai, jika partainya tidak mendapatkan mayoritas suara, maka pihaknya telah gagal.
"Tidak memenangkan pemilu secara langsung jelas tidak sukses. Saya memiliki kewajiban menghabiskan sepuluh hari ke depan untuk memenangi pemilihan langsung... Sepuluh hari untuk menyelamatkan Inggris," kata Cameron.
Pakar statistik asal AS, Nate Silver, yang berhasil meramalkan dua pemilu presiden AS terakhir, memprediksi bahwa Partai Konservatif akan memenangkan sebagian besar kursi dalam pemilu. Namun, gabungan Partai Buruh dan SNP bisa mendapatkan kursi yang lebih banyak. Kondisi ini dia gambarkan "sangat berantakan". (ama/stu)