Kantor berita Uni Emirat Arab, WAM, melaporkan bahwa pesawat itu kemudian diserbu setelah mendarat di pangkalan militer al Minhad pada Minggu (3/5).
Pihak berwenang kemudian mengatasi keadaan dengan mempergunakan “prosedur standar yang sesuai”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan itu menyebutkan bahwa “pesawat itu mendarat dengan aman dan pihak berwenang saat ini sedang melakukan penyelidikan yang diperlukan.”
Air Arabia bermarkas besar di Sharjah, satu dari tujuh emirat yang membentuk Uni Emirat Arab.
Sementara itu, pangkalan udara al Minhad yang terletak dekat Dubai merupakan pangkalan bagi pasukan AS dan sekutunya di Timur Tengah.