Seperti dilansir RT News, Minggu (3/5), fakta ini terungkap ketika radar satelit milik Eropa, Sentinel 1-A, melintasi wilayah yang terkena dampak gempa pada Rabu (29/4). Setelah melakukan pengamatan udara, gunung yang memiliki puncak tertinggi di dunia ini sekarang menyusut hingga 2,8 cm.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data satelit ini masih mentah dan akan dianalisis kembali oleh tim ilmuwan dalam tempo beberapa pekan ke depan. Seorang profesor geologi dari Universitas Colorado Boulder, Roger Bilham, mengatakan bahwa penyusutan Gunung Everest diperkirakan hanya satu sampai dua milimeter.
Gempa bumi ini melanda Nepal di radius 83 kilometer dari Kathmandu dengan kedalaman 15 kilometer. Diperkirakan, total korban jiwa dalam bencana ini dapat melebihi korban gempa tahun 1934 yang menewaskan 8.500 jiwa di Nepal. Bencana ini disebut-sebut bencana terparah yang memukul negara berpenduduk 28 juta jiwa ini. (stu)