Para ahli menilai bahwa dua pria bersenjata yang teridentifikasi sebagai Elton Simpson alias Mutawakil dan Nadir Soofi meluncurkan serangan dengan keinginan sendiri, alias lone wolf, dan tidak dimotori oleh organisasi teroris tertentu.
Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri, Michael McCaul, mengungkapkan keraguan atas klaim ISIS muncul karena salah satu pelaku, Simpson, sempat berkicau ingin menjadi mujahidin dalam akun Twitter miliknya dengan tagar #texasattack, sekitar 20 menit sebelum meluncurkan serangan di Garland.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
McCaul memaparkan akun Twitter Simpson juga sempat memajang foto Anwar al-Awlaki, seorang ulama radikal kelahiran AS yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak CIA di Yaman.
"Ini kasus yang harus kita waspadai," kata McCaul melanjutkan.
Serangan semacam ini lebih sulit untuk terdeteksi oleh penegak hukum dan badan intelijen.
"Sangat sulit untuk mendeteksi serangan semacam ini sebelum diluncurkan. Berarti kita dapat terus rentan terhadap teror yang dilakukan oleh aktor tunggal yang bertindak tanpa tanda-tanda, sehingga sulit digagalkan," kata Silber.
Sumber dari penegak hukum federal mengungkapkan bahwa pemerintah AS kini terus melakukan penyelidikan terhadap Simpson seputar waktu penembakan. Penyidik juga menelusuri komunikasi antar Simpson dengan kerabatnya, baik di AS maupun luar negeri.
Di lain sisi, ISIS menyerukan anggotanya yang tak dapat ikut berperang di Irak dan Suriah untuk meluncurkan "jihad" di negara mereka masing-masing.
Sebuah pernyataan audio ISIS yang disiarkan stasiun radio al-Bayan menyatakan Simpson dan Soofi adalah "dua tentara kekhalifahan".
ISIS juga menebar ancaman dengan mengatakan bahwa ada 71 simpatisan mereka yang siap melakukan serangan di beberapa titik di Amerika Serikat, termasuk Virginia, Maryland, Illinois, California, dan Michigan.
Melalui pengumuman ini, ISIS berkelit bahwa kegagalan tersebut adalah sebuah kesengajaan untuk menunjukkan betapa mudahnya mereka mengorbankan nyawa bagi Tuhan. (ama/ama)