Hasil hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga NOP/MORI yang disiarkan oleh stasiun televisi BBC, ITV dan Sky menunjukkan Partai Konservatif pimpinan David Cameron mendapatkan 316 kursi, sementara Partai Buruh yang digawangi Ed Milliband dapat 239 kursi.
Partai Nasional Skotlandia, SNP, mendapatkan 58 kursi dan Liberal Demokrat 10 kursi, UKIP dan Partai Hijau masing-masing mendapat dua kursi, dari 650 kursi parlemen Westminster yang diperebutkan. Sejauh ini hasil hitung cepat terbukti akurat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cameron mengatakan, partainya menyajikan pemerintahan yang kuat dan stabil. "Pilihan selain itu hanya akan berakhir dengan kehancuran," kata Cameron, dikutip Reuters.
Jika perhitungan cepat ini akurat, maka ini adalah perolehan suara terburuk Partai Buruh dalam hampir tiga dekade terakhir dan terancam tersingkir dari Skotlandia, wilayah dengan pendukung Buruh terbanyak.
Padahal beberapa bulan sebelumnya banyak lembaga survei yang memprediksi Konservatif dan Buruh akan bersaing ketat dengan perbedaan suara 1 atau 2 saja.
Dengan kemenangannya, Cameron diprediksi akan membawa Inggris melalui dua referendum dalam beberapa tahun ke depan. Di antaranya adalah referendum keanggotaan Inggris di Uni Eropa dua tahun lagi dan kemungkinan terulangnya kembali referendum kemerdekaan Skotlandia setelah tahun lalu kalah dan tetap bergabung bersama Inggris.
Kendati mendapatkan suara terbanyak, namun Cameron tidak mendapat kursi mayoritas di parlemen, yaitu 326 dari 650 kursi. Partai Konservatif harus melobi partai-partai kecil untuk membentuk koalisi pemerintahan.
Kemungkinan Cameron akan kembali berkoalisi dengan Partai Liberal Demokrat seperti pemerintahan sebelumnya, atau dengan partai Serikat Partai Irlandia Utara, atau bahkan dengan keduanya. Konservatif juga bisa memilih opsi berdiri sendiri di parlemen, namun ini jarang terjadi. (den)