Diberitakan Reuters, Houthi menerima ajakan Saudi untuk gencatan senjata selama lima hari pada Minggu (10/5). Sebelumnya Jumat lalu, Saudi mengatakan gencatan senjata untuk bantuan kemanusiaan akan dimulai Selasa pekan depan jika disetujui Houthi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Telah enam minggu Arab Saudi dan para sekutunya melancarkan serangan ke markas Houthi di Yaman, menewaskan lebih dari 1.300 orang. Kondisi di kota-kota yang dikuasai Houthi juga kian mengenaskan, warga kesulitan makanan, obat-obatan dan bahan bakar.
Lembaga bantuan kemanusiaan dan beberapa negara, termasuk Indonesia, mendesak dilakukannya gencatan senjata agar bantuan dapat masuk.
Kantor berita di Iran, Tasnim, mengatakan bantuan dari Teheran akan berangkat ke wilayah pelabuhan Laut Merah di Hudaida hari ini. Iran selama ini membantah membantu Houthi kendati berbagai bukti menunjukkan sebaliknya.
Negara-negara Sunni di kawasan meyakini Iran menggunakan pasukan pemberontak Syiah Houthi untuk menguasai negara di Semenanjung Arab itu. Iran dan Houthi juga dituduh telah memblokir akses bantuan internasional pada warga.
Gencatan senjata ini juga diragukan penerapannya, banyak yang sangsi Houthi akan memenuhi janji.
"Kami ragu Houthi akan berpegang pada perjanjian gencatan senjata karena sebelumnya mereka berkali-kali melanggar komitmen politik yang mereka buat sendiri di masa lalu," kata seorang militan pro-Hadi pada Reuters. (den)