Kapal dengan muatan berlebih itu membawa hampir 100 wanita dan puluhan anak-anak, dan diderek oleh kapal nelayan Aceh karena kehabisan bahan bakar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari mereka yang selamat, sekitar 50 dibawa ke rumah sakit.
“Secara umum, mereka menderita kelaparan dan banyak dari mereka yang sangat kurus,” kata Kapolres Aceh Utara, AKBP Achmadi.
Diperkirakan sekitar 25 ribu warga Rohingnya dan Bangladesh melarikan diri dan diselundupkan dengan kapal di tiga bulan pertama tahun ini, menurut badan pengungsi PBB, UNHCR, pada Jumat. Jumlah ini dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, diperkirakan sekitar 300 orang tewas di laut dalam quartal pertama tahun ini akibat kelaparan, dehidrasi dan siksaan dari kru kapal. (stu)