Diberitakan CNN, Obama melakukan pembicaraan dengan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Nayef dan Wakil Putra Mahkota Mohammed bin Salman di Gedung Putih pada Rabu (13/5) jelang pertemuan antara AS dengan negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk di Camp David, Maryland.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obama mengatakan bahwa dia dan para pemimpin Saudi mendiskusikan soal gencatan senjata di Yaman dan bekerja sama menciptakan pemerintahan yang sah dan inklusif di negara tersebut.
Obama tidak menyinggung soal pembicaraan terkait nuklir Iran pada media. Namun soal ini disampaikan oleh juru bicara Gedung Putih Bernadette Meehan, yang mengatakan bahwa kedua pemimpin berbicara soal "pentingnya kesepakatan komprehensif" antara Iran dan kekuatan-kekuatan besar dunia demi memastikan program nuklir Iran memang benar-benar untuk tujuan damai, bukan senjata.
Para pemimpin Arab memang tengah khawatir kesepakatan Iran dengan lima negara akan berujung pada diangkatnya sanksi dan embargo atas Teheran, memudahkan negara itu membuat bom atom.
Walaupun tidak menjanjikan kesepakatan keamanan dengan para pemimpin Teluk, namun Obama terlihat susah payah dalam menegaskan komitmen AS pada negara-negara sahabatnya di Timur Tengah ini. (den)