Ini merupakan kali pertama Baghdadi berpesan dalam rekaman audio sejak ramai diberitakan pada pekan ini bahwa dia terluka parah dan tak lagi dapat memimpin ISIS.
Dalam rekaman yang dirilis oleh media pendukung ISIS, al-Furqan, suara seorang pria yang diyakini sebagai Baghdadi menyerukan "jihad" bagi para pendukungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pesannya tersebut, Baghdadi juga mengancam para penguasa Arab Saudi. Baghdadi menyatakan bahwa kekuasaan Arab Saudi akan segera berakhir, sembari menjabarkan bahwa Saudi merasa terancam dengan kepopuleran ISIS di antara kalangan umat Islam Sunni.
"Mereka telah kehilangan legitimasi mereka... Ketika mereka merasa bahwa tuan mereka, Tentara Salib dan Yahudi, berpihak kepada Rafeda, mereka meluncurkan serangan kepada Rafeda di Yaman," kata Baghdadi, menggunakan kata Rafeda untuk menyebut Muslim Syiah.
Di akhir pesannya, Baghdadi memberi hormat kepada pendukung setia ISIS di beberapa negara, termasuk Mesir.
"Kalian, tentara Negara Islam, tetaplah teguh. Musuh Anda (Syiah) makin lemah, dan hari ini mereka lebih lemah dari kemarin. Namun kalian menjadi semakin kuat.
Rekaman suara Baghdadi ini belum dapat diverifikasi keasliannya. Laporan tentang pemimpin ISIS yang misterius ini memang simpang siur. Sejumlah pendukungnya bahwa menyatakan Baghdadi telah meninggal.
Selama memimpin ISIS, Baghdadi telah beberapa kali merilis pesan dalam rekaman audio. Namun, Baghdadi hanya pernah muncul dalam satu rekaman video, yaitu setelah ISIS berhasil merebut kota Mosul, Irak, tahun lalu.
Dalam rekaman video tersebut terlihat Baghdadi tengah memberikan khotbah di salah satu masjid di Mosul dengan sejumlah komandan ISIS terlihat duduk di barisan depan.
ISIS mengalami kemunduran militer di Irak ketika pasukan Irak bergabung dengan paramiliter Syiah untuk merebut kembali kota Tikrit dari tangan ISIS.
Namun, ISIS semakin garang meluncurkan serangan, utamnya di Baiji, wilayah yang terkenal sebagai salah satu penghasil minyak terbesar di Irak.
Meskipun dilaporkan menderita cedera serius, Baghdadi diperkirakan tetap dapat mengeluarkan perintah untuk kelompoknya. Namun, ISIS dikabarkan tetap mencari pemimpin baru yang dapat menggantikan Baghdadi untuk sementara.
Sejumlah tokoh disebut-sebut menjadi calon potensial untuk menggantikan Baghdadi. Beberapa di antaranya adalah Abu Ali al-Anbari, seorang warga Mosul dan mantan mayor jenderal di militer Irak.
Calon kuat lainnya adalah Abu Ala al-Afri, mantan professor fisika yang telah lama bergabung dengan kelompok ini. Ada juga Abu Luqman, Gubernur ISIS untuk Raqqa.
Dewan Shura ISIS sendiri baru akan mengumumkan secara resmi pemimpin baru tersebut pada pekan ini. (ama/ama)