Sekretaris Menteri Pertahanan Nepal Ishwori Prasad Paudyal memaparkan bahwa tiga tubuh ditemukan terbakar dalam reruntuhan helikopter UH-1Y Huey yang hilang dalam misi mengirimkan bantuan kepada korban gempa.
"Pencarian masih dilanjutkan. Sementara, helikopter telah rusak dan sepenuhnya hancur, tidak ada harapan menemukan korban yang selamat," kata Paudyal, dikutip dari Reuters, Jumat (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Helikopter itu ditemukan di lereng yang curam," kata Mayor Jenderal Binoj Basnet.
"Sebuah tim dari AS berada di lokasi kejadian untuk memastikan apakah itu reruntuhan helikopter UH-1Y Huey", kata juru bicara Komando Pasifik AS, Mayor Angkatan Darat Dave Eastburn.
Gempa pertama Nepal terjadi pada 25 April dengan kekuatan 7,9 SR telah menewaskan 8.199 orang. Pada Selasa (12/5), gempa kedua berkekuatan 7,4 SR mengguncang Nepal, menewaskan 177 orang dengan korban terbanyak berasal dari distrik Dolakha, lokasi hilangnya helikopter itu di hari yang sama.
Total korban tewas akibat gempa Nepal mendekati angka kurang lebih 8.500 orang, semakin mendekati jumlah korban tewas pada gempa bumi 1934, bencana terburuk yang menimpa negara miskin Himalaya itu.
Sekitar 76 ribu lainnya mengalami luka-luka sementara ribuan bangunan seperti kuil kuno dan monumen hancur. Kurang lebih tiga minggu setelah gempa pertama, gempa susulan terjadi.
Nepal mengerahkan 600 tentara untuk mencari helikopter Huey, dengan enam marinir dan dua tentara Nepal saat hilang setelah tersiar kabar bahwa penerbangan itu mengalami masalah bahan bakar.
Dua helikopter Huey AS, dua pesawat militer Nepal MV-22B Osprey dan helikopter India terlibat dalam pencarian helikopter yang merupakan bagian dari tugas gabungan yang dikirimkan oleh Amerika Serikat untuk memberikan bantuan atas permintaan Nepal. (ama/ama)