Pria berusia 65 tahun ini diketahui merupakan warga daerah Omsk. Ia mengumpulkan kotoran ke dalam sebuah ember selama beberapa hari dan telah berniat untuk melemparkannya ke hakim saat hakim ke luar ruang persidangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara beberapa waktu lalu di daerah lain di kawasan Siberia, seorang petani mengekspresikan ketidakpuasannya atas apa yang disebut 'perbudakan utang' dengan membuang satu tumpukan besar kotoran di luar kantor cabang bank negara Sberbank. Pria ini kemudian didenda sebesar US$ 200 atau Rp 2,6 juta atas tindakannya tersebut.
Organisasi non pemerintah antikorupsi Transparency International menempatkan Rusia di peringkat 136 dari 175 negara dalam indeks Persepsi Korupsi 2014. Menurut organisasi ini, korupsi di Rusia terbilang parah. Pemerintah Rusia pun tengah berupaya memberantas korupsi, salah satunya melalui pembenahan lembaga peradilan agar bersifat independen. (yns/yns)