Dilaporkan Reuters, pihak kepolisian menyatakan dua petugas terluka akibat lemparan batu saat melindungi ribuan massa Yahudi. Sebanyak enam warga Palestina ditangkap akibat insiden ini.
Dalam siaran televisi Reuters terlihat sejumlah polisi bersenjatakan tongkat menyeret kaki dan tangan beberapa warga Palestina untuk menarik mereka dari lokasi kejadian yang berada di luar gerbang Damaskus menuju Kota Tua yang ramai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi menyarankan pedagang Muslim untuk menutup toko mereka selama pawai Hari Yerusalem, yang merayakan berhasil direbutnya Yerusalem Timur dari Yordania.
Israel kemudian menganeksasi Yerusalem Barat dan menjadikan wilayah ini sebagai bagian dari ibu kota mereka, meskipun langkah ini dikecam publik internasional.
Perebutan Yerusalem Timur sebenarnya terjadi pada bulan Juni 1967, namun peringatannya dirayakan pada bulan Mei karena Israel menandai peristiwa tersebut menurut kalender bulan Yahudi.
Warga ultranasionalis Israel meminta hak beribadah di wilayah tersebut, yang menyebabkan peningkatan ketegangan dengan warga Palestina.
Kota Tua Yerusalem juga merupakan rumah bagi sejumlah situs besar keagamaan umat Kristen seperti Gereja Makam Suci, tempat Yesus disalibkan, dikuburkan dan dibangkitkan.
Warga Palestina, yang berjumlah lebih dari 30 persen dari keseluruhan populasi kota ini, tengah berupaya mendapatkan pengakuan internasional atas Negara Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Palestina juga ingin agar Jerusalem Timur menjadi ibu kota negara mereka.
Pawai warga Israel diselenggarakan setelah Mahkamah Agung menolak permohonan sejumlah kelompok pemerhati hak sipil Israel untuk melarang pawai itu melewati sebagian besar wilayah yang dihuni warga Palestina untuk menghindari kekerasan.
Hakim menyatakan pengamanan polisi akan melindungi jalannya pawai di wilayah tersebut. (ama/ama)