Menurut Khairul Nova, Koordinator pos SAR di Langsa, sekitar 102 orang dievakuasi oleh nelayan setelah kapal mereka ditemukan di perairan dekat Kecamatan Juluk, Binjai, Aceh Timur.
"Berita jam 11 mengatakan mereka akan mendarat di daerah Juluk. Ada sekitar 102 yang selama, dievakuasi oleh nelayan Juluk pada pukul 2 pagi," ujar Khairul pada CNN Indonesia, Rabu (20/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan dilakukan penjemputan 400 orang. Saya belum tahu ada berapa yang dievakuasi pagi tadi," ujar Khairul.
Sebelumnya telah ada ratusan pengungsi Rohingya dan warga Bangladesh yang sampai di perairan Seunuddon dan Langsa.
Kini mereka ditampung di beberapa lokasi sampai ada keputusan dari pemerintah.
Menurut laporan Reuters pada Rabu (20/5), masih terdapat ribuan imigran gelap lainnya yang saat ini masih terkatung-katung di tengah laut.
Menurut Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, jumlah imigran gelap yang terdampar di Aceh sebelumnya telah mencapai 1.346 orang.
Kemenlu saat ini masih menunggu hasil verifikasi yang dilakukan UNHCR dan IOM soal status imigran tersebut.
Retno menyatakan ada kemungkinan para imigran tersebut akan dikembalikan ke negara asal, atau repatriasi.
Sementara, jumlah imigran di Indonesia yang saat ini menunggu resettlement saat ini telah mendekati angka 12 ribu jiwa.
(ama/ama)