"Maka solusinya resettlement, dari 230 anak ada yg kategori remaja, banyak yg yatim dan yatim piatu dan tidak punya keluarga lagi. Mereka dimungkinkan untuk diasuh, apakah di RPSK Kemensos atau di pesantren," katanya di Istana Wapres, Jakarta, Senin (25/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain penampungan, pemerintah juga mengusahakan reunifikasi korban dengan para keluarganya yang terpisah.
"Sementara ini keputusan pemerintah satu tahun (untuk menampung mereka), lewat pesantren ini diharapkan terciptanya pola asuh, agar bisa bisa recovery psycho social yg komprehensif," kata Khafifa. (den)