Intercept mengatakan ada kemungkinan Myanmar sengaja membuat organisasi teroris Islam untuk melanjutkan penganiayan terhadap warga Muslim di negara itu. Pemerintahan Myanmar menolak untuk merilis bukti apapun bahwa "Myanmar Muslim Army" benar-benar ada, menimbulkan keraguan tentang keberadaan kelompok itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan dokumen pengadilan, dikutip dari Intercept, terdakwa dilatih oleh tentara Muslim Myanmar. Namun, keberadaannya belum terbukti.
Etnis Rohingya merupakan salah satu populasi Muslim terbesar di Myanmar yang tidak memiliki kewarganegaraan. Anggotanya menghadapi penganiayaan oleh pemerintah negara itu sehingga memaksa banyak dari mereka melarikan diri dan menjadi korban perdagangan manusia.
Berdasarkan data dari PBB, terdapat lebih dari 800 ribu etnis Rohingya tanpa kewarganegaraan di Myanmar sementara sekitar 240 ribu lainnya mengungsi. (stu)