Overpopulasi ini diketahui dalam sebuah survei di negara bagian Victoria. Diberitakan Reuters, Rabu (27/5), jumlah koala terus membengkak di Tanjung Otway kendati daun karet manna yang merupakan makanan utama hewan ini telah habis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koala adalah spesies yang dilindungi di Australia, serta merupakan hewan penarik wisatawan, sekaligus binatang diplomasi - para pemimpin dunia, termasuk Barack Obama berfoto dengan koala pada KTT G20 di Brisbane tahun lalu.
Pemerintah mengatakan pemusnahan terkadang dibutuhkan. Namun para pecinta hewan khawatir insiden tahun 2013 terjadi lagi. Saat itu saat 700 koala yang sakit atau terluka disuntik mati dan sekitar 1.500 lainnya mati dengan sendirinya di Tanjung Otway. Saat ini ada sekitar 43 ribu koala di alam liar Australia.
Pertumbuhan koala tidak terkendali dalam beberapa tahun terakhir. Overpopulasi ini juga mengancam kelangsungan ekosistem karena koala memakan 1,5 kilogram daun karet per hari, sementara 3 kg lainnya rusak.
"Bukan koala yang kelebihan populasi, tapi pohon dan habitat terkait yang kekurangan populasi," kata Deborah Tabart, juru bicara Australian Koala Foundation.
(den)