Para pemrotes membawa spanduk-spanduk dengan tulisan yang provokatif, sembari melambaikan bendera AS.
Protes ini mendapat respon dari pihak yang berlawanan, yang juga berjumlah 200an orang, berteriak “Pulanglah, Nazi!”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa demonstran membawa senjata, dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan memonitor demonstrasi ini. (Reuters/Nancy Wiechec) |
Pelaku penyerangan, keduanya diketahui merupakan jemaat masjid d Phoenix. Meski begitu masjid Phoenix sendiri mengecam kekerasan, dan sering mengkritik militan Islam seperti ISIS, al-Qaidah dan Boko Haram.
Pada ibadah shalat Jumat siangnya, Imam masjid menganjurkan kepada jemaat agar tidak merespon demosntran.
Sementara itu, terdapat pula demonstran yang bertentangan dengan pemrotes anti-Islam. (Reuters/Nancy Wiechec) |
“Kita harus mengingatkan diri kita sendiri bahwa kita tidak melawan kesalahan dengan kesalahan, namun dengan ampunan dan kebaikan,” kata Usama Shami kepada jemaatnya.
Sementara itu, Departement Keamanan Dalam Negeri AS memonitor demonstrasi itu dan berhubungan dengan pemerintah dan penegak hukum setempat. (stu)
Beberapa demonstran membawa senjata, dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan memonitor demonstrasi ini. (Reuters/Nancy Wiechec)
Sementara itu, terdapat pula demonstran yang bertentangan dengan pemrotes anti-Islam. (Reuters/Nancy Wiechec)