RT memberitakan, para rabi dari sekte Belz—yang menjalani gaya hidup konservatif Chasidic Yahudi—mengirimkan surat pekan lalu untuk para keluarga Yahudi di London, mengatakan bahwa anak-anak akan dilarang bersekolah jika mereka diantar oleh ibu mereka ke sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang rabi setempat mengatakan, “Kalangan Chasidic tidak melihat mengemudi sebagai hal yang dilakukan oleh perempuan.”
Sementara Dina Brawer, duta Aliansi Feminis Yahudi Ortodoks di Inggris, tidak menyetujui kebijakan baru ini dan menganggapnya mengganggu.
Seorang wanita Belz memprediksi banyak wanita dari sekte itu akan mengabaikan aturan ini dan terus mengemudi untuk anak-anak mereka. Ia juga menganggap aturan itu membatasi perempuan.
“Semakin banyak anak-anak yang mereka miliki, semakin perlu mereka mengemudi,” tambahnya. (stu)