Demi melihat langsung uji coba peluncuran rudal ini, Presiden Korea Selatan Park Geun-hye melakukan kunjungan ke markas rudal yang terletak di pantai bagian barat. Rudal balistik yang baru ini dinilai sebagai bagian penting dari pertahanan Korea Selatan untuk menghadapi ancaman nuklir dan rudal Korea Utara.
"Uji coba ini akan memperlihatkan peningkatan kemampuan rudal balistik yang dapat menghantam seluruh wilayah Korea Utara dengan cepat, dan ketepatan yang tinggi, ketika terjadi agresi bersenjata atau provokasi," bunyi pernyataan Gedung Biru, sebutan untuk istana kepresidenan Korea Selatan, dikutip dari Reuters, Rabu (3/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudal balistik Korea Selatan adalah rudal pertama dikembangkan di bawah pedoman baru yang ditandatangani dengan Amerika Serikat pada 2012, yang menyepakati jangkauan rudal Korea Selatan hingga dua kali lipat dari sebelumnya, untuk mengantisipasi ancaman rudal milik Pyongyang.
(Baca juga: Pengamat: Foto Rudal Balistik Korea Utara Dimodifikasi)
Pada 2012, Korea Utara berhasil meluncurkan roket jarak jauh beserta satelit ke dalam orbit. Korea Utara mengklaim mereka meluncurkan pesawat luar angkasa, namun PBB menyatakan Korea Utara meluncurkan rudal yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
Korea Utara kini tengah menjalani berbagai sanksi atas peluncuran rudal dan tiga uji coba nuklir yang pernah dilakukan negara ini.
(Baca juga: Korut Mengaku Dapat Membuat Senjata Nuklir dalam Ukuran Kecil)
Selain kesepakatan rudal dengan Amerika Serikat, Korea Selatan juga memiliki kesepakatan yang membatasi jangkauan rudalnya dan perjanjian energi nuklir sipil yang melarang Seoul mengembangkan senjata atom. (ama/stu)