Imbauan dikeluarkan setelah ada pemberitahuan dari Komisi Kesehatan Pemerintah Guangdong tanggal 28 Mei 2015, bahwa seorang warga negara Korea Selatan di kota Huizhou, Guangdong, tertular penyakit MERS.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir mengatakan, sejauh ini belum ada laporan warga negara Indonesia yang positif terkena MERS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Perawat Filipina Positif Terkena MERS
Sampai saat ini pemerintah belum memberlakukan pembatasan kepergian warga negara Indonesia ke Korea Selatan atau Tiongkok.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan bahwa sejauh ini belum ada vaksin MERS di dunia.
Pertama, selalu rajin cuci tangan dengan sabut antikuman. Kedua, selama di Korea Selatan atau Tiongkok batasi kontak fisik dengan seseorang yang ada gangguan pernapasan atau influenza dan batasi kunjungan ke klinik atau rumah sakit yang menangani pasien MERS.
Ketiga, jika memiliki penyakit lebih baik periksa dulu ke dokter di Indonesia dan bawa obatnya kalau mau ke luar negeri. Keempat, jika setelah kembali ke Indonesia ada keluhan batuk, pilek, panas, dan keluhan pernapasan lain, maka segera hubungi petugas kesehatan dan sampaikan riwayat kunjungan ke Korea Selatan.
Terakhir, selalu ikuti perkembangan MERS di Korea Selatan dan ikuti rekomendasi yang mungkin dikeluarkan. (adt)