“Sebagai Huguan Siou (Kepala Adat), saya percaya apa yang mereka lakukan mengakibatkan bencana itu terjadi. Kami telah mendiskusikan apa yang harus dilakukan untuk menenangkan roh-roh yang tinggal di Gunung Kinabalu dan kami akan melakukan upacara sesegera mungkin,” kata Pairin dikutip dari laman Malaysiandigest, Minggu (7/6).
Menurut Pairin, para turis yang memutuskan pergi telanjang ke puncak gunung telah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kepercayaan tradisional dan aksi tersebut merupakan tanda tidak adanya penghormatan bagi gunung suci itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, ketika para turis yang mendaki gunung Kinabalu menunjukkan rasa hormatnya maka tidak akan terjadi apa-apa. Namun apa yang dilakukan para wisatawan beberapa hari lalu membawa sesuatu yang tidak baik.
"Ketika gempa terjadi dapat diambil kesimpulan itu merupakan konsekuensi dari pendaki yang memutuskan untuk telanjang di atas gunung. Kita tidak bisa bermain-main dengan roh-roh di gunung suci kami," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa aksi kelompok wisatawan tidak hanya melawan etika sosial tetapi mereka juga harus melakukan ritual tradisional yang harus diberikan kepada roh-roh gunung.
"Saya mendesak agar orang-orang ini dikenakan sanksi di pengadilan karena mereka telah melanggar hukum kami. Mereka juga harus dilarang memasuki Sabah lagi," katanya.
"Prioritas kami saat ini adalah pada pencarian dan penyelamatan para pendaki yang hilang,” kata Masidi Manjun.
Sebelumnya, pada Jumat (5/6) gempa dengan kekuatan 6 skala richter mengguncang negara bagian Sabah, Malaysia tempat di mana Gunung Kinabalu berada. Sebanyak 11 pendaki tewas dan 137 pendaki lainnya harus dievakuasi dari puncak Gunung Kinabalu. (gen)