Dilaporkan The Guardian, petugas polisi membekuk lima tersangka yang diyakini merupakan bagian dari jaringan pencurian mainan tersebut. Kelimanya kerap melakukan aksinya di toko mainan Toys R Us dengan mengutil sejumlah Lego lalu meninggalkan toko tanpa melakukan pembayaran.
Aksi para pengutil ini terbongkar melalui kamera perekam CCTV yang dipasang di dalam toko. Selain mencuri Lego berbagai karakter animasi terkenal, para pengutil ini juga ditemukan mengutil souvenir film Frozen keluaran Disney.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini belum jelas rencana kelima pengutil ini terhadap tumpukan Lego curian yang berharga ribuan dolar ini. Meski demikian, para pengutil kerap menjual Lego hasil curian mereka secara online.
Pada Agustus 2014, polisi Phoenix menangkap empat orang yang dicurigai mencuri sejumlah set Lego, lagi-lagi dari Toys R Us. Petugas menyita sejumlah set Lego bernilai US$200 ribu, atau sebesar Rp2,6 miliar dari salah satu rumah tersangka. Para tersangka mengaku menjual lego tersebut kepada seorang penadah di Arizona, yang kemudian menjualnya secara online.
Masih pada Agustus 2014, seorang wanita didakwa dengan tuduhan mencuri sejumlah set Lego senilai US$60 ribu, atau sekitar Rp616 juta dan mencoba menjualnya di eBay.
Pencurian Lego bukan hanya terjadi di Amerika Serikat. Pada Juni 2014, toko mainan di negara bagian Victoria dan New South Wales di Australia menjadi sasaran "pencurian profesional". Sejumlah set Lego senilai AUS$30 ribu (AUD) dicuri dalam jangka waktu beberapa bulan. (ama/stu)