Dilaporkan Reuters, pemerintah mengakui bahwa serangan tersebut sudah menewaskan Mokhtar Belmokthar, seorang militan Aljazair yang menjadi tokoh utama dalam pemberontakan di Afrika Utara dan wilayah perbatasan Sahara. Tewasnya Mokhtar ini menjadi hal yang mencengangkan, karena Mokhtar dijuluki 'the uncatchable' oleh militer Perancis.
Militer Amerika menegaskan bahwa Belmokthar telah menjadi target dalam serangan udara Sabtu (13/6) malam lalu. Namun awalnya mereka tak mengatakan bahwa apakah dia sudah tewas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serorang warga kota Ajdabiya, tempat penyerangan terjadi, mengatakan bahwa serangan udara ini sangat akurat. Warga mengatakan bahwa serangan ini tampaknya menggunakan laser. "Ini adalah serangan yang benar-benar akurat," kata saksi.
Hanya saja, ini bukanlah pertama kalinya, Belmokhtar dilaporkan tewas. Dia dilaporkan tewas beberapa kali termasuk pada tahun 2013 lalu dalam sebuah pertempuran di Mali.
Belmokhtar dipersalahkan karena dianggap mendalangi serangan di lapangan gas Aljazair tahun 2013. Saat itu, ada 40 pekerja minyak yang tewas.
Militan veteran ini juga menjadi tokoh utama dalam penyelundupan Sahara, penyanderaan, perdagangan senjata, pemberontakan, termasuk konflik di Mali. Ia juga dikenal karena reputasinya sebagai gangster jihadis dari Sahara. Belmokhtar juga dikenal sebagai pemasok senjata ke kelompok-kelompok Islam. (chs)