Dilaporkan Reuters, mengutip laporan berbagai media setempat, penangkapan tersebut terjadi saat penggerebekan yang diluncurkan pada tengah malam oleh puluhan petugas polisi.
(Baca juga: Pengunjuk Pro-Demokrasi Hong Kong Kembali Beraksi)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di antaranya mereka yang ditangkap, terdapat seorang mahasiswa dan asisten dosen.
"Selama operasi ini, polisi menemukan bahan kimia, komputer, brosur, beberapa peta, masker wajah, thinner, beberapa senapan udara, komputer tablet yang berisi petunjuk membuat bahan peledak, serta rumus kimia untuk membuat granat asap," kata Inspektur Au Chin-chau, dikutip dari Reuters, Senin (15/6).
Sementara menurut laporan penyiar RTHK dan Cable TV, polisi juga menyita bahan kimia yang dapat digunakan untuk membuat bahan peledak dan senjata laras panjang di beberapa rumah tersangka.
Pekan ini, para anggota parlemen Hong Kong dijadwalkan akan melakukan pemungutan suara soal cara pemilihan kepala pemerintahan Hong Kong yang akan diselenggarakan pada 2017.
Pemerintah Beijing mengusulkan pemilihan langsung untuk sejumlah kandidat yang telah dipilihkan. Sejumlah kandidat tersebut dinilai pro-Beijing.
Para anggota parlemen pro-demokrasi berencana menggunakan hak veto mereka untuk mencegah hal ini terjadi.
Tata cara pemilihan umum di Hong Kong telah memicu berbagai protes di negara bekas jajahan Inggris ini. Tahun lalu, aktivis pro-demokrasi menggelar unjuk rasa bertajuk Occupy Central yang berlangsung selama 79 hari, dan diikuti oleh lebih dari 100 ribu demonstran. (ama/ama)