Diberitakan Reuters, Rabu (17/6), korban terbaru MERS adalah wanita berusia 54 yang juga mengidap bronchitis dan tekanan darah tinggi. Kebanyakan korban tewas akibat MERS adalah warga lanjut usia atau memiliki penyakit bawaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini lebih dari 6.500 orang dikarantina, baik di rumah maupun di rumah sakit. Tiga rumah sakit terpaksa ditutup sebagian, sementara dua lainnya disegel dengan pasien dan staf medis dikunci di dalamnya.
Kementerian Kesehatan Korsel mengatakan 19 orang yang sempat didiagnosa mengidap MERS telah pulih dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Menurut WHO, wabah MERS di Korsel sangat "besar dan rumit".
MERS disebabkan oleh coronavirus dari famili yang sama dengan virus yang Syndrom Pernafasan Akut Parah, SARS, yang menewaskan 349 orang di China pada tahun 2003.
Korban tewas akibat MERS, yaitu sebanyak 454 orang berasal dari Arab Saudi. Lebih dari 1.000 orang terjangkit virus ini di negara itu. (stu)