Diberitakan The Independent, akhir pekan lalu, bon tagihan tahun 2009 itu terdapat dalam satu dari puluhan ribu dokumen Saudi di laman WikiLeaks. Tagihan itu ditujukan untuk Putri Maha Al Ibrahim, istri dari Pangeran Abdul-Rahman bin Abdulaziz al Saud.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tagihan itu akhirnya dilunasi oleh pemerintah Saudi. Roulet mengatakan, sebenarnya tagihannya jauh lebih besar dari itu. Perusahaannya mengaku kapok berurusan dengan keluarga Kerajaan Saudi.
"Kami tidak akan bekerja dengan keluarga itu lagi, dengan alasan yang jelas," ujar Roulet.
Dia mengatakan, insiden serupa sering dialami perusahaannya jika berurusan dengan keluarga kaya dari Arab. "Kami sudah biasa mengalaminya," ujar Roulet.
WikiLeaks membocorkan lebih dari 600 ribu dokumen diplomatik Arab Saudi dan akan membeberkan setengah juta dokumen lainnya dalam beberapa pekan mendatang.
Dibeberkannya dokumen itu pada Jumat sekaligus menandai tiga tahun pendiri WikiLeaks mendapatkan suaka di Kedutaan Besar Ekuador di London untuk menghindari ekstradisi ke Swedia agar bisa diadili atas tuduhan kejahatan seks.
Pemerintah Arab Saudi langsung bereaksi dengan memperingatkan warganya untuk tidak turut menyebarkan dokumen-dokumen yang menurut mereka "bisa jadi palsu". Bagi warga Saudi yang menyebarkan dokumen WikiLeaks maka akan dikenakan dakwaan kejahatan siber. (den)