Kebijakan ini dibuat dengan pertimbangan terkait banyaknya acara televisi yang dianggap sebagai hal vulgar atau hiburan politik yang tidak pantas.
Dilaporkan Xinhua, kebijakan terbaru ini merupakan upaya memperketat pengawasan terhadap sektor media pemerintah. Semua pembawa acara televisi harus memiliki kualifikasi yang tepat dan nanti akan diperiksa validitasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Stasiun TV sering menyewa aktor terkenal, aktris dan selebriti sebagai pembawa acara, terutama untuk reality show, yang mungkin akan mengakibatkan pernyataan yang tidak benar dan kesalahan selama siaran langsung," bunyi laporan tersebut.
Menurut laporan dari Xinhua, pembawa acara dan bintang tamu harus benar-benar dilatih sebelum mengisi sebuah acara di televisi.
Pada Mei lalu, para pengawas media menyatakan akan menyelidiki sebuah serial televisi anti-Jepang yang dikritik oleh pemirsa sebagai serial televisi yang vulgar.
Serial televisi tersebut menampilkan adegan seorang wanita membuat sebuah granat dan menyembunyikan granat tersebut di selangkangannya untuk membunuh tentara Jepang. (ama/ama)