Dilaporkan Reuters, tim polisi ini akan menjelajahi internet dan mencoba untuk menghapuskan akun media sosial sejumlah komandan ISIS hanya dalam beberapa jam setelah terdeteksi. Namun, hal ini tidak mudah karena akun media sosial yang menghembuskan propaganda ISIS dapat menuliskan cuitan hingga 100 ribu cuitan per hari.
"Ini perkiraan yang wajar dan menunjukkan skala masalah yang kita hadapi," kata Rob Wainwright, Direktur Europol, lembaga polisi bermarkas di Den Haag yang akan mengkoordinasikan unit polisi Eropa tersebut, Senin (22/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua kasus di Inggris baru-baru menyoroti meluasnya propaganda ISIS. Kasus pertama adalah pemuda berusia 17 tahun yang menjadi pembom bunuh diri termuda dalam sebuah serangan ISIS di Irak. Sementara kasus kedua adalah tiga saudari perempuan yang meninggalkan suami mereka dan membawa anak-anak mereka untuk dengan bergabung militan ISIS di Suriah.
Wainwright menyatakan ISIS merupakan kelompok militan dengan teknologi maju dan menggunakan media sosial dengan cara yang belum pernah dilakukan kelompok militan lain sebelumnya.
Laporan oleh lembaha think-tank Brookings Institution yang berbasis di AS pada Maret memperkirakan terdapat setidaknya ada 46 ribu akun Twitter pendukung ISIS. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah hingga 90 ribu akan.
Wainwright menyadari tidak akan mungkin menyingkirkan semua akun media sosial tersebut dari internet.
"Pada akhirnya, kita berharap memiliki solusi strategis atas masalah ini secara keseluruhan, bukan hanya soal angka," kata Wainwright.
Peter Neumann, direktur International Centre yang berbasis di London untuk Studi Radikalisasi dan Kekerasan Politik telah mempelajari penggunaan internet anggota militan ISIS di kawasan Eropa. Menurut Neumann, unit polisi ini akan menghasilkan sejumlah dampak positif, namun semuanya tetap akan bergantung pada kerja sama perusahaan media sosial.
"Ini bukan hanya tentang mengurangi ekstremisme di internet, namun juga soal peningkatan pesan kontra-ekstremisme yang secara langsung menantang narasi ekstremis," katanya kepada Reuters.
"Anda harus menerima bahwa Anda tidak akan dapat menghapus semua akun," kata Neumann. (ama/ama)