Diberitakan The Independent, Senin (22/6), video berdurasi tujuh menit itu telah dirilis di media sosial sejak 10 hari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pelatih yang mengenakan baju loreng terlihat berada di tengah mereka. Di pintu ring, ada seorang tentara bersenjata laras panjang berjaga.
Anak-anak petarung dalam video itu juga berlatih mematahkan tumpukan genteng, tubuh mereka dipukul dengan kayu, dan gerakan-gerakan bertarung mirip karate. Segmen lainnya memperlihatkan anak-anak itu merangkak sementara tentara ISIS menembakkan senjata dekat kepala mereka.
Tentara anak ISIS dilatih di dalam ring yang mirip dalam laga UFC. |
Menurut Charlie Winter, peneliti di lembaga think tank terorisme di London, Quilliam Foundation, mengatakan bahwa video yang dirilis di bulan Ramadan ingin menunjukkan aset-aset ISIS di masa mendatang.
"Mereka ingin menunjukkan kenyataan bahwa ini adalah generasi ISIS selanjutnya. Walau mereka masih anak-anak dan butuh bertahun-tahun sampai benar-benar menjadi aset militer, ISIS mencoba menunjukkan bahwa mereka akan bertahan hingga waktu lama," ujar Winter.
Winter mengatakan, ISIS melakukan perencanaan yang matang dalam membuat video itu. Seperti video-video sebelumnya, lanjut Winter, tayangan kali ini juga dikoreografi dengan baik demi memunculkan semangat kepahlawanan.
"Menggunakan anak-anak sebagai propaganda adalah cara yang mudah untuk mencuri perhatian. Cara mereka melatih anak-anak ini, seakan menunjukkan masalah ini akan bertahan lama," kata Winter. (den/stu)
Tentara anak ISIS dilatih di dalam ring yang mirip dalam laga UFC.